PSI Ciptakan Budaya Politik Baru Untuk Merubah Pola Politik Indonesia

INDONESIASATU.CO.ID:

Jakarta - Partai Solidaritas Indonesia (PSI) adalah partai membawa identitas kebajikan dan keberagaman sebagai DNA-nya. Partai yang lahir pada 16 November 2014 ini menargetkan kaum milenial dan perempuan Indonesia lintas agama untuk menjadi anggota partainya. 

Tsamara Amany selaku Politikus muda PSI mengatakan saya melihat jika PSI adalah partai politik yang memperjuangkan konsisten untuk nilai-nilai toleransi,ujar Tsmara pada saat memberikan kata sambutan di salah satu acara diskusi tentang politik Milenial di Restoran Angke, Jakarta Barat, sabtu(29/9)siang 

Dulu waktu saya masih ada diluar sana banyak orang yang bilang PSI itu sama saja seperti partai yang lain dan sekarang saat ini saya sudah masuk di PSI malah bersyukur banget karena di PSI kita bisa melakukan hal-hal yang sesuai dengan hati nurani dan idealisme kita, ungkap Tsamara.

Kita masih ingat di  kasus Meiliana di Sumatera Utara yang dia hanya berbicara saja dengan temannya itu bisa di bilang penista agama. Kita dari PSI yang merupakan satu-satunya partai yang betul-betul mengakomodasi  banget untuk menjadi menjadi sahabat Meiliana dalam setiap pengadilannya disana, kata Tsamara.

Kemudian dulu juga sempat ada kasus human trafficking yang terjadi di Tiongkok sana sampai tidak bisa pulang karena ditudu dan ditipu tetapi PSI menjadi satu-satunya partai yang mengakomodasi kasus ini, katanya kembali.

Jadi bagi saya PSI adalah partai politik yang serius memperjuangkan nilai-nilai seperti ini , yang tidak dapat kita temui di partai-partai lain, tutur Tsamara.

Disisi lain, Grace Natalie selaku Ketua Umum PSI mengatakan ada suatu tantangan untuk PSI di dalam tahun politik ini, bagaimana cara kami untuk mengedukasi publik tentang program-program kami, ujar Grace yang ditemui sesuai acara diskusi berakhri  dilokasi yang sama.

Tentunya kita semua sudah mengetahui banyak keterbatasan yang diberikan KPU pada saat ingin melakukan kampanye begitu ketat sedangkan kami harus berpacu dengan waktu, bagaimana caranya orang-orang dapat mengetahui apa-apa yang sedang kami perjuangkan dan dari mana asal para caleg kami, ungkap Grace.

Pada saat ini kami melakukan "Fund Raising", seperti hari ini bisa kita lihat banyak orang yang datang pada acara diskusi ini dan untuk diketahui kita tidak membayar mereka tetapi mereka membayar ticket untuk acara ini dan bahkan untuk makan pun mereka bayar sendiri dan ini cara politik baru kami, tutur Grace.

Grace juga memberikan harapan yaitu dengan proses ini kita bisa mendapatkan orang-orang yang begitu bagus dengan kwalitas yang terbaik. 

Jadi jika nanti dia terpilih untuk menjadi wakil rakyat itu karena dukungan oleh masyarakat dan wajib mempertanggung jawabkan sepenuhnya kepada publik, tutur Grace.

Tidak sampai hanya disitu saja, disini juga PSI memberikan edukasi dan memberikan contoh tentang permasalahan nomor urut caleg.

Selama ini sudah menjadi rahasia umum jika seorang ingin mendapatkan nomor urut satu itu antara kita orang dekat dengan elit partai tersebut atau dengan membayar/membeli nomor urut tersebut. Setiap orang bisa saja membatah hal tersebut tetapi dalam prakteknya hal ini adalah fakta. Fakta tersebut didapatkan dari pengalaman dan cerita mereka tersebut tentang bagaimana cara mereka mendapatkan nomor urut cantik tersebut.

Oleh karena permasalan diatas tersebut, kami PSI mengciptkan budaya baru bahwa yang namanya nomor urut tersebut itu diundi jadi semua orang bisa mendapatkan nomor yang bermacam-macam dan tidak perlu melakukan upaya khusus jika mereka inginkan nomor urut yang cantik tersebut, ungkap Grace.

Kita ingin mengedukasi publik jangan lihat nomor urutnya tetapi check latar belakang si caleg tersebut. Saya sendiri mendapat nomor urut 5 karena begitu diundi saya memang dapat nomor urut 5, kata Grace

Jadi kami di PSI memberikan semangat juga kepada teman-teman yang mendapat nomor urut seperti 7 dan 8 agar tidak patah semangat dan bisa dilihat ketua umumnya saja mendapat nomor urut 5 tetapi masih tetap semangat untuk berjuang, kata Grace.

Jika masyarakat ingin memilih saya mestipun nama saya ada dinomor urut 5, maka masyarakat akan mencari nama saya dan mereka ingin tahu apa yang sudah saya perbuat, kata Grace.

Saya berharap budaya politik baru di PSI diatas tersebut dapat merubah gaya politik Indonesia yang selama ini marak dengan syarat money politik, syarat dengan nepotisme atau kedekatan jadi jika kita tidak bisa dekat tentunya tidak akan bisa jadi apa-apa. Hal ini tersebut yang membuat ada seorang yang mempunyai potensi baik dan kwalitas baik menjadi susah untuk berpolitik karena sudah dibuat terkubur seperti itu dalam melakukan kompentisi politik, ujar Grace menutup.(RK)

 

 

 

  • Whatsapp

Index Berita