PLN Wajibkan Gelar Peralatan Bagi Vendor Pembangunan Jaringan Listrik Desa

INDONESIASATU.CO.ID:

INDOBESIASATU.CO.ID , Pekanbaru –PLN Wilayah Riau dan Kepri adakan acara Gelar Peralatan dan personil di halaman Stadion Rumbai Pekanbaru, Selasa, 23 Januari 2018.

 

Gelar peralatan dan personil di stadion Rumbai Pekanbaru  dimaksudkan untuk memastikan peralatan kerja dan personil calon mitra kerja PLN yang telah memenuhi persyaratan administrasi dan teknis dalam pengadaan jasa pemasangan jaringan listrik Tegangan Menengah dan Tegangan Rendah .

 

Gelar peralatan dan personil yang dilaksakan oleh PLN Wilayah Riau dan Kepri merupakan rangkaian proses pengadaan Kontrak Harga Satuan Jasa dan ini merupakan wujud  transparansi PLN dalam mengimplementasi Good Corporate Government.

Hanya Perusahaan yang mempunyai peralatan kerja seperti, kendaraan angkut peralatan listrik, alat pengebor tanah, alat uji ketahanan isolasi, alat penarik kawat tegangan menengah / tegangan rendah, alat pelindung diri hingga personil yang mempunyai kompetensi & jumlah yang cukup nantinya yang akan melaksanakan pekerjaan pembangunan listrik desa dan perluasan jaringan di wilayah kerja PLN Riau dan Kepulauan Riau.

 

Gelar Peralatan Kerja ini serentak dilaksanakan di empat kota : Pekanbaru, Rengat, Dumai, dan Tanjungpinang, yang diikuti 33 vendor  yang dibuka oleh General Manager PLN Wilayah Riau dan Kepri, M Irwansyah Putra. Dalam sambutannya Irwansyah berujar  “Keselamatan pekerja dalam melaksanakan tugas lebih diutamakan, untuk itu kepada seluruh pekerja perlu meningkatkan kesadaran dan kepedulian terhadap keselamatan dan kesehatan kerja agar terbebas dari kecelakaan yang dapat merugikan bagi vendor maupun PLN yang memberikan pekerjaan.

 

Irwansyah berpesan kepada 33 Direktur perusahaan calon mitra kerja untuk selalu mengingatkan kepada pekerja agar berhati-hati, selalu taat pada SOP, secara rutin untuk melakukan pemeriksaan peralatan kerja, kesehatan personil, dan keamanan alat pelindung diri yang digunakan agar terwujud zero accident di lingkungan Wilayah Riau dan Kepri tahun 2018.

 

Sebelum mengakhiri sambutannya, Irwansyah berpesan kepada pengawas lapangan agar tidak henti-hentinya untuk melakukan kontrol atas pekerjaan yang dilakukan oleh mitra kerja, apabila ditemukan peralatan yang tidak layak, alat pelindung diri yang tidak aman, dan pekerja yang lelah untuk segera menghentikan pekerjaan dan meminta kepada direktur mitra kerja untuk bisa mengganti agar memenuhi standar yang dipersyaratkan dalam dokumen kontrak.

 

Acara ini dihadiri oleh 33  Direktur dan pemilik perusahaan mitra kerja, asosiasi kontraktor listrik Indonesia (AKLI), Manajemen PLN Wilayah Riau dan Kepri. (Rika)

Index Berita