KPU Paniai di Gugat ke MA Terkait Pembatalan Calon Bupati dan Wakil Bupati Calon Perseorangan

INDONESIASATU.CO.ID:

JAKARTA ; Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Paniai digugat oleh 3 Paslon Bupati dan Wakil Bupati ke Mahkamah Agung (MA) terkait Pembatalan  pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati dari Jalur Perseorangan masing-masing pasangan, Naftali Yogi, Yunus Gobai dan Yehuda Gobai. Menurut Kuasa Hukum, Imran Ahmad, SH,MH yang mewakil 3 Paslon tersebut, bahwa Permohonan Pembatalan SK KPU Paniai terkait Putusan Panwas Kabupaten Paniai yg membatalkan SK KPU No : 25/HK.03.1-Kpt/9108/KPU.Kab./ll/2018 tentang penetapan pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati menjadi peserta pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Paniai Tahun 2018

Menurut Imran pembatalan SK penetapan calon oleh Panwas tersebut bertentangan dengan ketentuan peraturan perundang-undangan, dan secara sewenang-wenang serta tidak prosedural dan substansinya merugikan merugikan ketiga Paslon. 


Oleh karena itu sesuai Peraturan Mahkamah Agung RI No. 11 tahun 2016 tentang Tata Cara Penyelesaian Sengketa Tata Usaha Negara Pemilihan dan Sengketa Pelanggaran Administrasi Pemilihan , para Pemohon harus mengajukan ke MA, karena menyangkut pelanggaran administratif pemilihan sehingga menjadi ranah kewenangan MA untuk memeriksa dan mengadili permohonan tersebut

Lima pasangan calon Bupati dan wakil Bupati Kabupaten Paniai Tahun 2018  berdasarkan putusan KPU No : 25/HK.03.1-Kpt/9108/KPU.Kab./ll/2018 ,adalah ;
1. Pasangan Yunus Gobai, S.Sos dan Markus Boma, S.Pd, yang diusung oleh Perseorangan.
2. Pasangan Yehuda Gobai, S.Sos., M.Si dan Yan Tebai, S.Sos.MSi ,yang diusung oleh Perseorangan.
3. Pasangan Naftali Yogi, S.Sos dan Marten Mote, SE , yang diusung oleh Perseorangan.
4. Pasangan Meki Nawipa dan Oktopianus Gobai, S.S.IP , yang diusung oleh PKB, Partai Nasional Demokrat.
5. Pasangan Dr. Hengky Kayame, SH., M.H. dan Drs. Yeheskiel Tenouye,  yang diusung oleh PPP, PAN, PKPI, PBB, Partai Demokrat, Partai Gerakan Indonesia Raya.

Dan berdasarkan pada ketetapan tersebut kemudian KPU menetapkan atau melakukan penarikan nomor urut undian untuk masing-masing pasangan calon dimana KPU telah melakukan putusan No 26/HK.03.1-Kpt/9108/KPU.Kab./ll/2018 tentang "Penetapan" Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati “Perserta” Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Paniai Tahun 2018 dan ”Penetapan Nomor Urut” Pasangan Calon Dalam Pemilihan Bupatl dan Wakil Bupati Kabupaten Paniai tahun 2018.

Pada tanggal 13 Febuari 2018 dimana KPU telah menetapkan ; 
- Nomor urut satu oleh pasangan Dr. Hengky Kayame, SH., M.H. dan Drs. Yeheskiel Tenouye.
- Nomor urut dua oleh Naftali Yogi, S.Sos dan Marten Mote, SE.
- Nomor urut tiga oleh pasangan Meki Nawipa dan Oktopianus Gobai, S.S.IP
- Nomor urut empat oleh Yunus Gobai, S.Sos dan Markus Boma, S.Pd
- Nomor urut lima oleh pasangan Yehuda Gobai, S.Sos., M.Si dan Yan Tebai, S.Sos.MSi

Setelah penentapan dan penarikan nomor urut maka pasangan dari pertahanan Dr. Hengky Kayame, SH., M.H. dan Drs. Yeheskiel Tenouye mengajukan keberatan atau menggungat ke panwaslu kabupaten Paniai dalam sidang itu ditingkat panwas itu dan kemudian panwas Kabupaten Paniai mengeluarkan menetapkan putusan sebagai berikut ; 
1.menerima Permohonan Pemohon untuk Sebagian ;

2. Membatalkan Surat Keputusan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Paniai Nomor: 25/HK.03.1 Kpt/9108/KPU.Kab/lI/2018, Tanggal 12 Februari 2018, Tentang Penetapan Pasangan Calon Bupati dan wakil Bupati Peserta Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Paniai Tahun 2018; 

3.Memerintahkan kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Paniai untuk menerbitkan Surat Keputusan yang baru Tentang Penetapan Pasangan Calon Bupati dan wakH Bupati Peserta Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Paniai Tahun 2018 dengan ketentuan Tidak Menetapkan 3 (tiga) Pasangan Calon atas nama 1). Yunus Gobai, S.Sos dan Markus Boma, S.Pd; 2). Yehuda Gobai, S.Th., M.Si., dan Yan Tebai, S.Sos, M.S; dan 3). Naftali Yogi, S.Sos dan Marten Mote, S.E, sebagai Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Paniai di dalam Surat Keputusan tersebut.

4.Memerintahkan kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Panlai untuk melaksanakan Putusan ini paling lambat 3 (tiga) hari Kerja sejak putusan ini di ucapkan atau dibacakan sesuai dengan ketentuan Peraturan Perundang-Undangan yang mengatur hal tersebut. 

Bahwa yang menjadi Objek Sengketa adalah sebagai berikut ; 

1. Bahwa objek sengketa dalam Permohon PEMOHON adalah Surat Keputusan Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Paniai (selanjutnya disebut “KPU Kabupaten Paniai") Nomor 28/HK.03.1-Kpt/9108/KPU.Kab/II/2018 tentang Pembatalan Keputusan KPU Kabupaten Paniai Nomor 25/HK.03Kpt/9108/KPU.Kab/H/2018 tentang Penetapan Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Peserta Pemilihan Bupati dan wakil Bupati Kabupaten Paniai Tahun 2018, bertanggal 28 Februari 2018

2. Bahwa berdasarkan Keputusan termohon yang dikeluarkan 
berdasarkan Putusan Panwas Kabupaten Paniai Nomor 001/KS/33.19/H/2018, bertanggal 28 Februari 2018, ditindaklanjuti oleh termohon dengan menerbitkan Keputusan Nomor 29/HK.03.1-Kpt/9108/KPU.Kab/II/2018 tentang Penetapan Pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Peserta Pemilihan Bupati dan wakil Bupati Kabupaten Paniai.

Jadi didalam permohonan ini tentu saja KPU tidak sependapat dan keputusan Bawaslu itu bagaimanapun KPU harus tetap dilaksanakan, sehingga para calon bisa mempunyai kesempatan atau bisa mengajukan hal itu ke MA, ungkap Dr. Anthon Raharusun ,SH,MH selaku kuasa hukum KPU Paniai

Sementara itu Dr. Anthon Raharusun, SH,MH, berkata bahwa terkait permohonan ketiga paslon tersebut , KPU juga sudah mengajukan Jawaban yang pada intinya meminta kepada MA agar SK penetapan Paslon No : 25/HK.03.1-Kpt/9108/KPU.Kab./ll/2018 tetap berlaku, mengingat dari segi kewenangan SK tersebut dikeluarkan telah sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan, sudah sesuai prosedur dan substansinya mengikat para Paslon yang sudah ditetapkan dalam SK tersebut.


Oleh karenanya kami berharap Mahkamah dapat memerintahkan KPU untk tetap memberlakukan Keputusan No. 25/HK.03.1-Kpt/9108/KPU.Kab./ll/2018, sesuai dengan no Putusan KPU, harap Anthon. (Rik)

Index Berita