Komunitas Pencinta Soeharto Tidak Terima Adanya Video Telah Merusak Nama Baik Presiden RI ke 2

INDONESIASATU.CO.ID:

Jakarta  - Partai politik menjadi pilar penting bagi sistem demokrasi. Dan siapapun yang kini berkiprah dalam panggung politik mendapat perlindungan hak yang dijamin konstitusi. Namun demikian, kita memerlukan perkembangan demokrasi yang berkualitas dan sehat dalam berkompetisi.

Terlebih tahun depan akan tergelar pemilu serentak. Ada pemilihan legislatif dan pemilihan presiden-wakil presiden. Kita tentu perlu menghormati sistem pemilu langsung yang kini memang menjadi amanat UU. Namun demikian, kita juga perlu menunjukkan keterpanggilannya bagaimana mewujudkan sistem pemilu langsung dengan bermartabat, tanpa gesekan sosial-politik dan hasilnya sesuai yang dicita-citakan dari sistem yang langsung itu.

Yang menjadi persoalan serius, kini muncul blok-blok sosial-politik. Hal ini tentu merunyamkan kondisi atau iklim politik nasional. Seperti belakangan ini munculnya Viral Video Partai Solidaritas Indonesia tentang sosok negatif mantan Presiden Soeharto menuai somasi. Komunitas Pecinta Soeharto (Citos) Indonesia menilai, video tersebut telah mendiskreditkan nama baik Soeharto yang pernah berjasa untuk negeri ini.

Untuk itu DPP Citos Indonesia bersama BRIGADE Citos Indonesia menggelar acara konfrensi pers berkaitan tentang Video Klip Partai PSI yang sangat mendiskreditkan Bpk Pembangunan almarhum HM. Soeharto yang bertempat di Resto Raden Bahari , Jakarta Selatan, Sabtu(2/6)

Acara di hadiri oleh para anggota Citos seluruh Indonesia dan juga menghadirkan para narasumber seperti; Antoni Siagian, Fuadi T Hartono (advokasi), Giyanto H Prayitno (ketum Citos), Agus Wahid, Mario Dikirohadi (waketum Citos).Selain itu DPP Citos Indonesia bersama BRIGADE Citos Indonesia juga mengelar buka bersama dan santunan untuk anak yatim piatu.

Giyanto Hadi Prayitno selaku Ketua Umum Citos Indonesia mengatakan, video PSI telah menyimpulkan sejarah tentang Soeharto menurut versi mereka. Dirinya menengarai, PSI memiliki agenda tertentu terkait penyebaran video tersebut, ujar Giyanto pada acara konferesi pres.

“Yang teramat penting, video versi PSI telah menyembunyikan nilai-nilai penting, fakta-fakta sejarah,” ujar Giyanto.

Karena itulah, pihaknya merasa terpanggil untuk meluruskan apa yang sudah diviralkan PSI. “Citos Indonesia merasa terpanggil untuk meluruskan sebagian dari sejarah bangsa Indonesia ini. Atas nama supremasi hukum dan hak yang kami hormati, maka kami, Citos Indonesia akan mengambil langkah hukum sesuai dengan undang-undang,” tegasnya.

Menurutnya, PSI sangat mendramatisir kekejaman Soeharto yang diilustrasikan dalam video tersebut. Alasannya, semua itu dilakukan Panglima Komando Pemulihan Keamanan dan Ketertiban (Pangkopkamtib) Soedomo.

Disisi lain, Tim Advokasi Citos Indonesia, Fuadi Hartono SH menyatakan nota keberatan atas peredaran video PSI tersebut. Karena itulah, pihaknya akan melayangkan somasi

“Kami menyatakan suatu nota keberatan dalam hal ini. Sekaligus dalam hal ini memberikan somasi kepada Partai PSI,” tandas Fuadi.

Parpol yang berharap simpati dari masyarakat hendaknya berpolitiklah yang cerdas, yang santun dan bertanggungjawab. Dirinya mengancam, Citos Indonesia akan melanjutkan proses hukum pembuat video PSI itu jika tidak mendapat tanggapan positif, tegas Fuadi

Sebelumnya, beredar 2 video temtang kepemimpinan mantan Presiden Soeharto yang konon dibuat kader PSI. Dalam video tersebut, sosok pemimpin selama 32 tahun itu dinarasikan sebagai seorang diktator yang kejam. Beliau disebut-sebut memberikan komando atas sejumlah tragedi berdarah seperti pemberantasan gerakan PKI, kasus Talangsari, Priok dan lainnya. Video itu juga terkesan mengingatkan atas kembalinya generasi penerus Cendana di kancah politik Indonesia. (RK)

 

Index Berita