Kegiatan 'Bulan HM Soeharto' Untuk Mengenang Bapak Presiden RI Ke 2 HM Soeharto

INDONESIASATU.CO.ID:

JAKARTA ; Dalam rangka mengenang Presiden kedua RI HM Soeharto sebagai Bapak Pembangunan Indonesia, Yayasan Damandiri bersama tujuh Yayasan yang didirikan HM Soeharto mengadakan serangkaian kegiatan bertajuk ‘Bulan HM Soeharto’. Kegiatan yang sudah dimulai di Yogjakarta, 1 Maret 2018 lalu dengan kegiatan penanaman 1.600 bibit sengon dan  2.500 tanaman produktif di lereng Gunung Merapi. Selanjutnya juga diadakan pesta rakyat di Kemusuk, Bantul pada tanggal 3 Maret 2018 semua ini dilakukan dalam rangka peringatan serangan umum 1 Maret.

Kegiatan sosial lainnya adalah operasi katarak gratis di RSUD Nyi Ageng Serang, Kulon Progo Yogyakarta pada tanggal Maret 2018. Operasi katarak juga dilakukan pada tanggal 11 Maret 2018 di  Rumah Sakit Bedah Yogyakarta. Selanjutnya pembangunan desa mandiri lestari di Gunung Kidul, Yogajakarta.

Dalam meramaikan kegiatan "Bulan HM Soeharto’,  ini digelar bakti sosial, khitanan massal, donor darah,  dan pentas seni budaya, kegiatan ini yang mengambil  momentum peringatan Surat Perintah Sebelas Maret (Supersemar).Kegiatan tersebut dipusatkan dipusatkan di Panggung Candi Bentar, Kawasan Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur, Minggu(11/3). Kemudian juga ada juga lomba mengambar,pameran foto di gedung sasono budoyo, TMII dan bazar kuliner UMKM nasional yang juga diselenggarakan di TMII. Foto-foto yang ditampilkan adalah  keberhasilan pembangunan di masa kepemimpinan Soeharto dan telah mendapat pengakuan dari dalam dan luar negeri. 


Acara ini dihadiri oleh dua putri HM Soeharto yakni Siti Hediati Hariyadi atau Titiek Soeharto dan  Siti Hutami Endang Hadiningsih atau Mamiek Soeharto dan sejumlah cucu ini, mantan Menteri Keuangan era Soeharto, Mayjen (Purn) H. Tatang Zaenudin, Fuad Bawazier,  mantan menteri Koperasi Subiakto Tjakrawerdaya yang juga ketua Yayasan Damandiri dan Citos Indonesia.

Kegiatan 'Bulan HM Soeharto' ini bertujuan untuk mengenang Soeharto sebagai 'Bapak Pembangunan Indonesia'. Kegiatan ini juga merupakan wujud syukur keluarga atas apa yang telah dicapai Indonesia saat berada di bawah kepemimpinan Soeharto. Demikian banyaknya program pembangunan yang telah menunjukkan hasil sehingga Soeharto mendapatkan gelar sebagai 'Bapak Pembangunan Indonesia'


Dalam sambutannya, Titiek menyatakan rasa bahagianya terkait inisiatif dari yayasan milik Soeharto menggelar serangkaian kegiatan yang memiliki manfaat langsung kepada masyarakat. Selama masa hidupnya, kata Titiek, Soeharto yang didampingi oleh Ibu Tien selalu menderma baktikan hidupnya untuk bangsa dan masyarakat Indonesia.

"Menurut kami beliau memang pejuang sejati. Seluruh hidupnya telah dicurahkan untuk memikirkan kesejahteraan masyarakat Indonesia di seluruh pelosok negeri," katanya.

"Semoga pemerintah saat ini dan pemerintah yang akan datang bersedia meneruskan apa yang telah baik dari kepemimpinan beliau, mencontoh dan menyesuaikannnya dengan keadaan pada zamannya," katanya.

Termasuk, pada masa kepemimpinan Soeharto, tutur Titiek,  pembangunan Indonesia terlaksana secara terukur dengan adanya garis-garis besar haluan negara (GBHN). Situasi politik menjadi terkendali, ekonomi Indonesia tumbuh, kebudayaan mampu berkembang dengan baik serta keamaan terjaga.

"Setelah rakyat Indonesia menyaksikan, merasakan dan menikmati hasil-hasil pembangunan maka  MPR melalui TAP MPR- RI nomor 5/MPR/ 1983  tanggal 9 Maret 1983 telah mengukuhkan pemberian penghargaan sebagai 'Bapak Pembangunan Indonesia'," katanya.

Oleh karena itu, Titiek mengajak seluruh hadirin yang hadir di lokasi mendoakan dan mengirimkan Surat Al-Fatihah kepada Soeharto dan Ibu Tin Soeharto. "Saya dalam kesempatan ini mohon keikhlasan dari bapak ibu sekalian untuk sekali lagi membacakan Al-Fatihah mengirimkan kepada kedua  almarhum," ujarnya menutup. (Rika)

 

Index Berita