Hancurkan Video Pornografi Anak

INDONESIASATU.CO.ID:

, JAKARTA ; Dalam satu minggu ini publik dikejutkan oleh beredarnya video pornografi anak, yang diperankan oleh anak laki-laki yang diduga berusia sekitar 10-12 tahun, dengan seorang perempuan dewasa yang di rekam menggunakan sebuah kamera professional disebuah kamar yang menyerupai kamar sebuah hotel. Dari video-video yang sudah beredar di dunia maya terindikasi ada 3 anak laki-laki yang menjadi korban, hal sesuai dengan pres list yang dikirimkan ke redaksi, Jumat (5/1).

ECPAT menduga, masih ada anak-anak lain yang menjadi korban pornografi anak online ini. Video bermuatan konten eksploitasi ini seksual anak ini merupakan kejahatan yang menyerang secara sistemik otak anak-anak di Indonesia. Video ini dapat dikategorikan bukan saja sebagai kejahatan pornografi anak tetapi juga sebuah kejahatan kemanusiaan yang menyerang anak-anak lain di Indonesia dan video ini juga adalah alat propaganda yang menyerang kepentingan anak-anak . Video ini dengan terang-terangan menganjurkan anak-anak melakukan perbuatan kejahatan kesusilaan dan yang lebih jauh lagi video ini juga menganjurkan orang-orang dewasa melakukan kejahatan seksual kepada anak-anak, sehingga sangat mengancam masa depan anak-anak Indonesia.

ECPAT Indonesia melihat adanya pergeseran modus kejahatan pornografi anak di Indonesia selama ini. Biasanya untuk video pornografi anak korbannya adalah sebagian besar adalah anak perempuan tapi pada kasus ini korbannya adalah anak-anak laki-laki. Hal ini sebagai modus baru dalam kasus-kasus pornografi anak yang melibatkan anak laki-laki.

ECPAT Indonesia sangat prihatin dengan menyebarnya video ini secara meluas di masyarakat. ECPAT juga sangat prihatin jika video ini ditonton oleh anak-anak, karena dapat merusak kondisi psikologis mereka dan cenderung akan meniru apa yang mereka lihat didalam video ini.

Oleh karena itu ECPAT Indonesia merekomendasikan langkah-langkah yang harus diambil segera oleh negara dalam
mengeliminir dampak yang timbul dari menyebarnya video tersebut, yaitu dengan :
1. Penegak hukum segera membongkar jaringan sindikat kejahatan seksual online yang membuat, memproduksi dan menyebarakan konten pornografi anak tersebut.
2. Badan Siber Nasional dan Sandi Nasional (BSSN) segera melakukan blokir terhadap penyebaran video tersebut dan memusnahkannya.

3. ECPAT Indonesia menilai ada keterlibatan sidikat industri seks yang ingin mempromosikan hubungan
seksual antara anak-anak dengan orang dewasa, oleh karena itu perlu dilakukan langkah-langkah sistematis membongkar jaringan ini termasuk para penikmat atau konsumen seks anak. ECPAT juga
menduga ada keterlibatan jaringan pedofil internasional.
4. Pemerintah dalam hal ini Kementerian Sosial harus segera menemukan anak-anak korban pornografi tersebut dan melakukan langkan-langkah pemulihan psikologis, rehabilitasi sosial dan juga kesehatan anak-anak tersebut, untuk menghindarkan kerugian yang lebih besar lagi terhadap para korban tersebut.
5. Kementerian Permberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak , segera melakukan edukasi kepada
anak-anak di Indonesia tentang bahaya mengakses konten pornografi dan langkah-langkah untuk mencegah menyaksikan konten pornografi.

(Rika)

 

Index Berita