GMNI Menggelar Aksi Solidaritas Anti- Terorisme

INDONESIASATU.CO.ID:

 , JAKARTA - Aksi terorisme baik di Mako Brimob, Surabaya maupun Sidoarjo telah membunuh rakyat Indonesia yang tak berdosa. Hal ini membuat GMNI saat menggelar aksi solidaritas yang dilakukan oleh seluruh anggota GMNI di Indonesia pada senin(14/5)malam di Tugu proklamasi,Jakarta pusat.

Robaytullah Kusumajaya selaku Ketua Umum DPP GMNI, mengatakan ; Korban aksi terorisme tidak memandang suku, agama dan ras. "semua masyarakat Indonesia menjadi korban, karena targetnya membuat kerusuhan dan kita tidak boleh takut, jaga perstuan dan lawan",ujar Bung Roy sapaan akrab Ketum GMNI.

Dalam Aksi Solidaritas itu GMNI juga mengajak para elite politik melupakan politik pilpres 2019. Menurut GMNI terdapat persoalan yang lebih penting Yakni kemanusian. "Mari fokus pada tragedi kemanusiaan ini",papar roy.

Point-point Aksi solidaritas Anti-Terorisme, antara lain ;
A. Terorisme Merugikan Semua Warga Indonesia.
Aksi terorisme baik di Mako Brimob, Surabaya maupun Sidoarjo telah membunuh rakyat Indonesia yang tak berdosa. Korban aksi terorisme tidak memandang suku, agama dan ras, semua masyarakat Indonesia menjadi korban. Untuk itu, terorisme tidak dapat dibenarkan dari sudut pandang apapun, baik agama, ras, suku maupun golongan. Apabila ada golongan maupun kelompok yang membenarkan aksi terorisme dengan alasan apapun, maka mereka adalah musuh umat manusia. Karena terorisme adalah musuh kemanusiaan.

B. Hentikan Ujaran Kebencian dan Jaga Persatuan
Selama ini bangsa kita disibukan dengan pertikaian antar kelompok dan golongan. Dengan mudah masyarakat kita saat ini melontarkan “ujaran kebencian” antar sesama warga Indonesia. Meningkatnya ujaran kebencian saat ini memicu orang dengan mudah melakukan aksi teror, menyakiti antar sesama bangsa Indonesia dengan alasan kepentingan golongan, agama, suku dan ras. Untuk itu, kita semua perlu menangguhkan kepentingan gologan, agama, suku dan ras, jaga persatuan demi keselamatan bangsa dan seluruh rakyat Indonesia.


C. Elite Politik Harus Utamakan Keselamatan Rakyat, Lupakan Kepentingan Politik (Pilpres 2019)
Peran elite politik sangat penting untuk meneduhkan kondisi masyarakat yang cemas dan resah pasca tragedi teror. Namun para elite politik seringkali ikut memprovokasi dan mengeluarkan pernyataan yang membuat kondisi masyarakat semakin resah. Demi kepentingan politik sempit kekuasaan, para elite politik seringkali mengeluarkan pernyataan kontroversial yang berpotensi membelah dan mengkotak-kotakan masyarakat. Untuk itu, kami mengultimatum para politisi untuk tidak membuat gaduh dan memprovokasi masyarakat hanya untuk kepentingan politik elektoral. Kami peringatkan kepada para politisi untuk tidak memanaskan situasi bangsa yang sedang berduka. Ditengah keluarga korban yang sedang berduka, kehilangan sanak famili dan saudaranya, tidak etis rasanya jika para politisi sibuk memprovokasi masyarakat demi kepentingan politik kekuasaaan.

(RK)

Index Berita