1500 Kyai Sejawa Barat Gelar Acara Dzikir dan Doa bersama yang dibarengi Halaqoh Syuriah Nadhlatul Ulama (NU)

INDONESIASATU.CO.ID:

Jakarta - Gempa bumi disertai tsunami yang meluluhlantakkan wilayah Donggala dan Palu, Sulawesi Tengah, menyisakan duka mendalam bagi seluruh  Indonesia.

Tidak terkecuali Pengurus Besar Majelis Dzikir Hubbul Wathon (PB MDHW) yang ikut merasakan kepedihan masyarakat Sulawesi Tengah.

Hery Haryanto Azumi selaku Sekretaris PB MDHW mengatakan bahwa pihaknya akan menggelar acara dzikir dan do'a bersama di Pondok Pesantren Al Muhajirin Purwakarta, Jawa Barat, pada Rabu, 3 Oktober 2018.

Acara dzikir dan doa bersama yang dibarengi halaqoh Syuriah Nadhlatul Ulama (NU) akan dihadiri oleh setidaknya 1500 kiyai. Para kiyai ini terdiri dari dua kelompok, yakni kiyai Syuriah PBNU dari 11 Kabupaten dan kiyai lembur atau kiyai kampung se Jawa Barat.

"Ini cobaan yang berat bagi bangsa ini, setelah Lombok kini Sulteng. Kami berdoa dan berharap masyarakat yang tertimpa musibah diberi kekuatan," ujar Hery saat konferensi pers didampingi oleh KH.Nurul Yaqin (Syuriah PBNU), KH.Ahyat El Fidai (WaSekjend PB -MDHW), dan Abdul Razak Zakaria (Dewan Pembina PB- MDHW ) di salah rumah kawasan menteng, Jakarta, Senin(1/9)malam.


"PB MDHW akan mengajak para Kyai Nahdlatul Ulama (NU) untuk memanjatkan doa khusus buat para korban bencana. Doa bersama akan dilakukan dalam dzikir dan halaqoh kebangsaan Syuriah NU dan Kyai Kampung (lembur) se-Jawa Barat ," tutur Hery.

"Sebelum bencana di Sulteng terjadi, kami memang sudah mengagendakan dzikir dan halaqoh kebangsaan yang diikuti sekitar 1.500 kyai di Purwakarta, berasal dari 11 kabupaten. Namun sebelum dilaksanakan, kami semua mendapat kabar duka dari Sulteng," ungkap Hery.

Karenanya agenda dzikir dan halaqoh nanti akan dijadikan para kyai momentum memanjatkan doa buat bangsa khususnya para korban bencana Sulteng.

  • Whatsapp

Index Berita